Pelaku Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Ibaraki Jepang Akhirnya Ditangkap

Yoshiyuki Okaniwa (26), warga Jepang yang tinggal di Kota Misato, Prefektur Saitama ditangkap lagi lagi ditangkap polisi, 7 Mei 2021. Yoshiyuki Okaniwa sejak berusia 16 tahun pada 10 tahun lalu telah masuk penjara remaja karena menyilet dan melukai siswi siswi SMP di Jepang. Korban yang meninggal September 2019 adalah seorang pekerja kantoran Mitsunori Kobayashi (saat itu berusia 48 tahun) dan istrinya Miwa (saat itu berusia 50 tahun), seorang karyawan paruh waktu.

Keduanya ditikam dengan pisau di sebuah rumah di Kota Sakai, Prefektur Ibaraki. Putri mereka yang berusia 13 tahun juga mengalami luka berat. Menurut penyidikan selama ini, yang menyerang adalah seorang pria berperawakan sedang dengan memakai topi dan masker hitam, baju lengan panjang hitam dan celana panjang.

Sehingga polisi menyelidiki apakah masih ada sisa makanan (hal hal yang dapat menjadi petunjuk bagi polisi) di tempat kejadian dan sekitarnya. Gadis itu mengatakan ada sesuatu yang disemprotkan ke wajahnya. Putri tertua, yang kamar tidurnya di lantai pertama, tidak terluka. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dia sedang tidur dan tidak mendengar apa apa.

Hasil analisis gambar dari kamera keamanan menunjuk kepada Okaniwa. Terdakwa juga memalsukan buku catatan polisi, selain dugaan pembunuhan pasangan tersebut. Di dunia chatting online Jepang Okaniwa disebut "yabai hito", orang yang sangat mengerikan.

November 2011 di Kota Misato, Prefektur Saitama, di mana siswi SMP tahun ketiga terluka parah karena dilukai dengan pisau oleh Okaniwa yang saat itu masih berusia 16 tahun dan belum dewasa. Sekitar dua minggu kemudian, 2 orang lagi siswi di kelas dua SD di Kota Matsudo, Prefektur Chiba, dan terluka serius yang disebabkan oleh pisau, dan kemudian didakwa dengan percobaan pembunuhan. Di persidangan, kantor kejaksaan bersikeras bahwa terdakwa mendapatkan kenikmatan seksual ketika dia melihat seorang wanita sekarat seperti dalam sebuah film, dan menghukumnya lima sampai sepuluh tahun penjara.

Di sisi lain, pengacara bersikeras bahwa "kasus ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor" dan bahwa dia harus direhabilitasi saat menerima perawatan medis di Sekolah Pelatihan Remaja Medis. Pengadilan memutuskan bahwa "kejahatan itu kejam dan tampaknya tidak ada pilihan selain memilih hukuman pidana. Tetapi perawatan di Sekolah Pelatihan Remaja Medis adalah cara terbaik untuk mencegah residivisme, sehingga kemudian dikirim ke Sekolah Pelatihan Remaja Medis.

Penggeledahan rumahnya pada hari Jumat (7/5/2021) menemukan beberapa pisau untuk bertahan hidup. Polisi tidak mengatakan apakah Okaniwa telah mengakui pembunuhan di Ibaraki. Pada saat penyerangan ke rumah korban meninggal (Kobayashi), rumah yang dikelilingi pepohonan tidak dikunci. Anak anak mengatakan kepada polisi bahwa seorang pria bertopeng berpakaian hitam dan bertopi hitam menyerang mereka di kamar.

Okaniwa juga pernah ditangkap Desember 2020 karena memiliki bahan peledak secara ilegal dan pada Februari 2021 karena menggunakan lencana polisi palsu. Polisi masih terus menyelidiki motif dan latar belakang peristiwa ini. Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: [email protected] dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.